Kondisi Geografis Indonesia dan Pengarunya Sebagai Negara Maritim

kondisi-geografis-indonesia-sebagai-negara-maritim-dan-kepulauan
Letak Geografis Indonesia - Kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan menyimpan potensi yang besar dalam berbagai bidang, seperti di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan transportasi. Potensi-potensi tersebut dapat menjadi modal yang penting dalam pembangunan nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya.

Wilayah Indonesia yang berupa kepulauan, antara pulau satu dengan yang lainnya disatukan oleh laut mengakibatkan bervariasinya potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Masing-masing pulau memiliki karakteristik masing- masing, mulai dari kondisi alam maupun kondisi sosial-budayanya.

Variasi dan karakteristik potensi tersebut terlihat dari lengkap dan beragamnya bentang alam dan hasil alamnya, beragamnya suku bangsa yang mengakibatkan beragam pula ada istiadat dan budayanya, serta beragamnya agama, golongan, dan kelompok masyarakatnya.

Keberagaman yang disebabkan adanya perbedaan antara pulau satu dengan pulau yang lainnya ini tidaklah menjadi pemecah dan perenggang, namun justru menjadi pemersatu, karena antara yang satu dengan yang lain bisa saling melengkapi.


Kondisi Geografis Pulau-Pulau Besar di Indonesia

Luas, letak, dan kondisi geografis negara Indonesia merupakan modal dasar yang sangat penting bagi pembangunan nasional dan pemerataan hasilhasilnya.

Banyak faktor yang membuat bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang besar yang bisa disandingkan dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.
  1. Nilai-nilai luhur yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
  2. Wilayahnya yang luas dan berupa kepulauan.
  3. Letak geografis dan strategisnya.
  4. Besarnya jumlah penduduk.
  5. Beragamnya suku, agama, ras, dan golongan.
  6. Beragamnya budaya, sosial, dan ekonomi.

Keberagaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh luasnya wilayah Indonesia.

Wilayah Indonesia berupa kepulauan yang terdiri atas pulau besar dan kecil baik yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni.

Meskipun demikian, keberagaman ini bukanlah menjadi pemecah, justru menjadi pemersatu bangsa dengan berlandaskan Pancasila.


Kondisi Geografis Pulau Jawa Berdasarkan Peta

Luas Pulau Jawa adalah 126.700 km² (48.919,1 mil²).

Letak Astronomi Pulau Jawa terletak di antara 113°48′10″ 113°48′26″ BT dan 7°50′10″ 7°56′41″ LS

Batas Laut Pulau Jawa
  • Sebelah utara : Laut Jawa
  • Sebelah selatan : Samudra Hindia
  • Sebelah barat : Selat Sunda
  • Sebelah timur : Selat Bali

Batas Daratan Pulau Jawa
  • Sebelah utara : Laut Jawa dan Pulau Kalimantan
  • Sebelah selatan : Samudera Hindia
  • Sebelah barat : Selat Sunda dan Pulau Sumatera
  • Sebelah timur : Selat Bali dan Pulau Bali

Nama pantai yang ada di pulau Jawa :
  • Pantai Pangandaran (Jawa Barat)
  • Pantai Carita (Banten)
  • Pantai Siung (Yogyakarta)
  • Pantai Menganti (Jawa Tengah)
  • Pantai Ombak Mati (Jawa Tengah)
  • Pantai Karang Agung (Jawa Timur)
  • Pantai Tanjung Lesung (Banten)
  • Pantai Klayar (Jawa Timur)
  • Pantai Anyer (Banten)
  • Pantai Parangkritis

Nama Laut yang ada di pulau Jawa 
  • Laut Jawa
  • Samudera Hidia

Nama Dataran rendah yang ada di Pulau Jawa
  • Dataran rendah Surakarta, Terletak di Provinsi Jawa Tengah dengan ketinggian 95 meter sampai 105 meter di atas permukaan laut.
  • Dataran rendah Semarang, Dataran rendah ini mempunyai ketinggian berkisar antara 0 sampai 3,5 meter di atas permukaan laut dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa.
  • Dataran rendah Madiun, Terdapat di Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dataran rendah Madiun berada pada ketinggian antara 63 meter sampai dengan 67 meter dari atas permukaan air laut. 

Nama Gunung yang ada di pulau Jawa
  • Gunung Ciremai, Jawa Barat.
  • Gunung Papandayan, Jawa Barat.
  • Gunung Salak, Jawa Barat.
  • Gunung Tangkupan Perahu, Jawa Barat.
  • Gunung Sindoro, Jawa Tengah.
  • Gunung Sumbing, Jawa Tengah.
  • Gunung Merbabu, Jawa Tengah.
  • Gunung Merapi, Jawa Tengah.
  • Gunung Prau, Jawa Tengah.
  • Gunung Lawu, Jawa Timur.
  • Gunung Ijen, Jawa Timur.
  • Gunung Argopuro, Jawa Timur.
  • Gunung Semeru, Jawa Timur.

Kondisi Geografis Pulau Sumatera Berdasarkan Peta

Luas Pulau Sumatera adalah 473.481 km².

Batas Laut
  • Utara : Teluk Benggala, Laut China Selatan
  • Selatan : Selat Sunda
  • Barat : Samudra Hindia
  • Timur : Selat Malaka

Batas Daratan
  • Utara : Malaysia
  • Selatan : (Tidak ada)
  • Barat : India
  • Timur : Kalimantan

Keadaan Alam
Sumatra bagian timur, terdapat banyak rawa - rawa. Terdapat deretan pegunungan yang memanjang (Pegunungan Bukit Barisan) Beriklim Tropis

Nama - nama pantai dan laut
Pantai Iboih, Sorake, Carocok, Pulau Jemur, Pasir Panjang, Nongsa, Tanjung Tinggi, Pasir Putih, Trikora, Parai Tenggiri, Laut Indonesia.

Nama - nama dataran rendah : Melaboh dan Singkel/Singkil.

Nama - nama gunung
  • Gunung Perkison
  • Gunung Marapi
  • Gunung Leuser
  • Gunung Kerinci
  • Gunung Geureudong
  • Gunung Bandahara 
  • Gunung Dempo  
  • Gunung Singgalang
  • Gunung Talamau
  • Gunung Talang


Kondisi Geografis Pulau Kalimantan Berdasarkan Peta

Luas Pulau Kalimantan lebih kurang ‎743.330 km². Luas Kalimantan yang berada di wilayah Indonesia adalah 535.834 km².

Pulau Kalimantan dalam wilayah Republik Indonesia, terletak diantara 4° 24` LU 4° 10` LS dan anatara 108° 30` BT 119° 00` BT

Pulau Kalimantan banyak dialiri sungai-sungai dengan julukan pulau seribu sungai. Pulau Kalimantan sebagaian besar merupakan daerah pegunungan / perbukitan dan hutan yang sangat luas

Batas Laut 
  • Sebelah utara : Laut Cina Selatan
  • Sebelah barat : Selat Karimata
  • Sebelah timur : Selat Makassar, laut Sulawesi
  • Sebelah selatan : Laut Jawa

Batas Daratan
  • Sebelah utara : Malaysia (Sabah dan Serawak)
  • Sebelah barat : Selat Karimata
  • Sebelah timur : Selat Makassar dan Laut Sulawesi
  • Sebelah selatan : Laut Jawa

Nama pantai dan laut di pulau Kalimantan
  • Kalimantan Timur : pantai kakaban, sangalaki & maratua
  • Kalimantan Barat : Sinka island park
  • Kalimantan Selatan : Samber gelap


Dataran rendah di setiap provinsi Pulau Kalimantan

Kalimantan Tengah
Contoh : Pangkalabun, Kulau Kapuas dan Kulau Pembuang

Kalimantan Timur
Contoh : utara (Redeb,dan selor), selatan (pasir)

Kalimantan Barat
Contoh : Ketapang, dan Telukmelano

Kalimanta Selatan
Contoh : dataran rendah barat dari lanjutan rawa-rawa Kalimantan Tengah dan dataran rendah timur yang terdapat Pegunungan Meratus

Nama-nama Gunung di Pulau Kalimantan
  • Gunung Palung Kalimantan Barat
  • Gunung Bukit Raya Kalimantan Tengah
  • Gunung Liangpran Kalimantan Timur
  • Gunung Halau-halau Kalimantan Selatan.


Kondisi Geografis Pulau Sulawesi Berdasarkan Peta

Sulawesi merupakan kepulauan terbesar ke - 4 di Indonesia setelah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Sulawesi juga sangat memiliki keindahan alam yang luar biasa, dari gunungnya, laut, ekosistem alam, dsb.

Berikut kondisi geografis Pulau Sulawesi berdasarkan peta, luas. batas laut, batas daratan, nama pantai, nama laut, nama dataran rendah, nama gunung.

Pulau Sulawesi memiliki luas 174.600 km², dengan titik koordinat 2°08' LU dan 170°17' BT.

Batas Laut Pulau Sulawesi
  • Timur : Laut Banda
  • Barat : Selat Makasar
  • Utara : Laut Sulawesi
  • Selatan : Laut Flores 

Batas Daratan Pulau Sulawesi
  • Timur : Kepulauan Maluku
  • Barat : Pulau Kalimantan
  • Utara : Negara Filiphina
  • Selatan : Pulau NTT dan NTB

Nama Pantai Pulau Sulawesi
  • Pantai Likupang
  • Pantai Malalayang
  • Pantai Lakeba
  • Pantai Talise
  • Pantai Dato Majene
  • Pantai Manakarra
  • Pantai Lombang - lombang
  • Pantai Palippis
  • Pantai Gong
  • Pantai Pall
  • Pantai Pulisan
  • Pantai Pasir Putih Lembeh
  • Pantai Lakban
  • Pantai Kema
  • Pantai Temboko Lehi
  • Pantai Nirwana
  • Pantai Kamali
  • Pantai Walengkabola

Nama Laut Pulau Sulawesi
  • Laut Sulawesi
  • Laut Bunaken
  • Laut Wakatobi
  • Laut Sangihe

Dataran Rendah Pulau Sulawesi
  • Jeneponto
  • Bulukumba
  • Bantaeng
  • Takalar
  • Gowa
  • Selayar
  • Majene
  • Mamuju
  • Ujungpandang
  • Pangkep
  • Baruu
  • Pinrang
  • Polewali Mamasa

Nama Gunung Pulau Sulawesi
  • Gunung Mahawu
  • Gunung Bawakaraeng
  • Gunung Latimojong
  • Gunung Karangetang
  • Gunung Gandang Dewata
  • Gunung Awu
  • Gunung Lokon
  • Gunung Klabat
  • Gunung Mekongga
  • Gunung Soputan


Kondisi Geografis Pulau Papua dan Maluku Berdasarkan Peta

Kondisi Geografis Pulau Papua

Luas Papua yang berada di wilayah Indonesia adalah 420.540 km²

Batas Laut
  • Utara : Laut Filipina
  • Barat : Laut Arafuru dan Laut Banda
  • Timur : Samudera Pasifik
  • Selatan : Laut Arafuru

Batas Daratan Pulau Papua
  • Utara : Samudera pasifik
  • Barat : Laut Arafuru
  • Timur : Papua Nugini
  • Selatan : Laut Arafuru dan Australia

Nama Pantai
  • Pantai Teluk Triton di Kaimana
  • Pantai Pulau Venue 
  • pantai Yen Beba
  • Patai Bakaro
  • Pantai Kaironi
  • Pantai Pulau Um
  • Pantai Bosnik
  • Pantai Tanjung Kasuari
  • Pantai Harlem
  • Pantai Raja Ampat

Nama Laut : Laut Arafuru

Dataran rendah yang ada di pulau Papua
  • Dataran rendah Pesisir bagian selatan Papua
  • Dataran rendah PesisirArafura
  • Dataran rendah Pesisir Trans-Fly
  • Dataran rendah Pesisir Teluk Papua
  • Dataran rendah Pesisir barat laut Papua

Nama Gunung di Papua
  • Gunung Waspada (1.070 m)
  • Puncak Jaya (5.030 m)
  • Gunung Trikora (4.750 m)
  • Gunung Yamin (4.350 m)
  • Gunung Mandala (4.700 m)
  • Gunung Dom (1332 m)

Kondisi Geografis Pulau Maluku

Luas wilayah Maluku adalah 712.479,69 km²

Batas Laut
  • Utara : Laut Sulawesi
  • Barat : Laut Arafuru dan Laut Banda
  • Timur : Laut halmahera
  • Selatan : Laut Banda

Batas Daratan Pulau Maluku
  • Utara : Laut Seram
  • Barat : Pulau Sulawesi
  • Timur : Papua
  • Selatan : Timur Leste dan Laut Arafuru


Nama Pantai di Maluku
  • Pantai Pintu Kota
  • Pantai Liang/Hunimua
  • Pantai Pasir Panjang/Ngurbloat
  • Pantai Natsepa
  • Pantai Jikumerasa
  • Pantai Santai
  • Pantai Nanseri
  • Pantai Sopapei
  • Pantai Desa Hukurila
  • Pantai Namalatu

Nama Laut di Maluku
  • Laut Banda
  • Laut Maluku
  • Laut Halmahera
  • Laut Seram

Dataran rendah di Maluku
  • Dataran rendah wilayah Ambon agak datar, mulai dari pantai ke daerah pemukiman. Morfologi daratan Kota Ambon juga bervariasi dari datar, bergelombang, daerah bergelombang, berbukit dan bergunung dengan lereng curam yang lembut untuk sedikit dominan. 
  • Dataran rendah wilayah Kabupaten Maluku Tenggara
  • Dataran rendah yang berada Pulau Kei Kecil, dengan ketinggian ± 100 M diatas permukaan laut. 

Nama Gunung Pulau Maluku
  • Gunung Binaia
  • Gunung Gamsunoro
  • Gunung Kapalamadan
  • Gunung Sahuwai
  • Gunung Waloolon
  • Gunung Api
  • Gunung Batusibela
  • Gunung Dukono
  • Gunung Gamalama
  • Gunung Gamkonora
  • Gunung Hiri
  • Gunung Ibu
  • Gunung Tigalalu
  • Gunung Todoko-Ranu

Kondisi Geografis Pulau Bali dan Nusa Tenggara Berdasarkan Peta

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2. Iklim yang ada di pulau Bali sendiri sama dengan daerah lainnya di Indoneisa yaitu tropis. Bali sendiri memiliki 4 danau di pegunungan dan beberapa gunung, dimana beberapa dinataranya merupajan gunung berapi aktif seperti Gunung Agung yang belum lama ini erupsi dan Gunung Batur.

Nusa Tenggara sendiri terbagi menjadi 2 daerah besar yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggra Timut. Untuk Nusa tenggara barat sendiri terletak pada 115° 46' - 119° 5' BTr dan 8° 10' - 9 ° 5' LS dan memiliki luas wlilayah 20.153,15 km2. Memiliki beberapa gunung berapi dimana terdapat salah satunya merupakan yang teraktif di dunia yaitu Gunung Tambora. Nusa Tenggara Barat sendiri di sebelah timur berbatasan dengan NTT dan di sebelah barat dengan Lombok, selatan dengan Samudera Hindia dan utara adalah Laut Flores.

Berebda dengan Nusa Tenggara Timur, NTT sendiri memliki banyak pulau - pulau dibanding NTB. disinilah juga terdapat pulau Komodo. Terdapat Gunung Mutis di NTT dan beberaoa daerah wisata yang terkenal di Inodnesia.

Batas Laut Pulau Bali dan Nusa Tenggara
  • Barat : Selat Bali
  • Utara : Laut Bali dan Laut Flores
  • Timur : Laut Arafuru
  • Selatan : Samudra Hindia

Batas Daratan Pulau Bali dan Nusa Tenggara
  • Barat : Pulau Jawa
  • Utara: Pulau Kalimantan
  • Timur : Timor Leste
  • Selatan : Australia 

Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia sebagai Negara Maritim terhadap Kehidupan Ekonomi Masyarakat

Kondisi geografis sebagai negara maritim dan kepulauan membawa banyak keuntungan bagi bangsa Indonesia. Wilayah laut Indonesia yang sangat luas telah diakui secara internasional sebagai negara maritim yang ditetapkan dalam UNCLOS pada tahun 1982. Hal ini berarti Bangsa Indonesia diberi kewenangan untuk memanfaatkan potensi sumber daya laut.

Pengaruh-Geografis-Indonesia-sebagai-Negara-Maritim-terhadap-Kehidupan-Ekonomi-Masyarakat

Cakupan wilayah yang sangat besar dan luas, tentu saja laut Indonesia mengandung keanekaragaman sumber daya alam laut yang sangat potensial, baik hayati maupun non-hayati.

Sumber daya alam laut tersebut antara lain ikan, terumbu karang dengan kekayaan biologi yang bernilai ekonomi tinggi, wisata bahari, sumber energi minyak dan gas bumi, bahan mineral, dan juga media transportasi antarpulau. Semua potensi alam tersebut tersedia dalam jumlah yang besar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Besarnya peluang ekonomi dari pemanfaatan potensi sumber daya laut yang sedemikian besar ini tentunya dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Hingga pada akhirnya juga akan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan bangsa.

Kelompok masyarakat yang bisa merasakan langsung potensi kekayaan sumber daya kelautan ini adalah masyarakat yang berda di pesisir. Banyak jenis pekerjaan yang bisa diusahakan untuk menunjang kehidupan ekonominya.

Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia sebagai Negara Maritim terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat

Sebagai negara maritim dan kepulauan yang berada di antara Benua Australia dan Asia membawa pengaruh terhadap kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena dengan posisi tersebut menyebabkan Indonesia menjadi jalur perdagangan dunia.

Pengaruh-Geografis-Indonesia-sebagai-Negara-Maritim-terhadap-Kehidupan-sosial-Masyarakat

Mau tidak mau banyak pedagang dari berbagai negara di seluruh belahan bumi ini akan melewati dan mampir ke Indonesia. Pedagang-pedagang dari berbagai negara tersebut tentunya memiliki latar belakang yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Para pedagang yang mampir dan ada sebagian yang menetap di Indonesia turut membawa adat budaya dari negara asalnya. Lambat laun adat budaya yang dibawa tersebut akan berbaur, bercampur, bahkan melebur dengan adat budaya asli Indonesia.

Berikut adalah beberapa dampak yang diakibatkan oleh letak dan kondisi geografis bangsa Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan

1. Komunikasi dan interaksi antarpenduduk menjadi lebih mudah, baik antarwarga Indonesia maupun orang Indonesia dengan warga asing. Hal ini didukung adanya kemajuan teknologi di bidang pelayaran antarpulau dan antarnegara.

2. Terjadinya pembauran, pencampuran, atau peleburan nilai-nilai antarpulau dan antarnegara.

3. Munculnya perkampungan-perkampungan etnis tertentu, seperti Pecinan dan Kampung Arab.

4. Terjadinya perubahan perilaku masyarakat karena pengaruh masuknya pola dan nilai perilaku dari pulau, daerah, maupun negara lain.

5. Terjadinya perpindahan ilmu, pengetahuan, dan teknologi.

Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia sebagai Negara Maritim terhadap Budaya Masyarakat

Kondisi geografis berupa kepulauan yang terdiri atas lebih dari 13 ribu dan tersebar dari Sabang sampai Merauke mengakibatkan beragamnya budaya bangsa Indonesia. Masing-masing daerah atau pulau memiliki budayanya masing-masing yang berbeda dengan daerah atau pulau yang lain.

Masyarakat Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang tersebar di lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku memiliki karakteristiknya masing- masing, salah satunya budaya.

Budaya antara suku bangsa satu dengan yang lain juga berbeda-beda, seperti bahasa, adat istiadat, tradisi, sistem kepercayaan, dan sebagainya.

Ciri keragaman budaya lokal Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut

1. Keragaman Suku Bangsa
Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan. Mereka berimigrasi kemudian bercampur dengan penduduk indigenous dan indo-arian dari Asia Selatan.

Kemudian terus berkembang hingga membentuk suku-suku bangsa. Suku-suku bangsa di Indonesia diklasifikasikan menjadi 19 suku bangsa induk.

2. Keberagaman Bahasa
Indonesia masuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia (Australia- Asia). Rumpun ini terbagi menjadi dua subrumpun lagi yakni Bahasa Austronesia Barat atau Indonesia/Melayu dan Bahasa Austronesia Timur atau Polinesia. Dari subrumpun bahasa tersebut masih terbagi lagi ke dalam wilayah-wilayah bahasa.

3. Keberagaman Religi
Indonesia memiliki keberagaman agama atau kepercayaan. Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui secara resmi oleh pemerintah, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu. Selain itu juga berkembang aliran-aliran kepercayaan.

4. Keberagaman Seni dan Budaya
Suku bangsa yang beragam di Indonesia tentu menghasilkan kebudayaan yang beragam pula. Salah satu wujudnya adalah kesenian, baik seni sastra, seni tari, seni musik, seni drama atau pertunjukan, seni rupa, dan sebagainya.

Keberagaman budaya memberikan manfaat bagi bangsa kita. Misalnya dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia.

Sementara itu, dalam bidang pariwisata, potensi keberagaman budaya dapat dijadikan sebagai objek dan tujuan wisata sehingga bisa menghasilkan devisa bagi bangsa. Pemikiran yang timbul dari sumber daya di daerah-daerah bisa menjadi acuan bagi pembangunan nasional.

Adapun dampak dari segi kebudayaan di antaranya ialah sebagai berikut :

1. Karena mudahnya pengaruh luar masuk ke Indonesia, maka masyarakat Indonesia lebih mengenal budaya asing. Seperti dalam bidang musik, masyarakat Indonesia lebih tahu musik luar seperti Hip Hop, Jazz, R n B, daripada lagu daerah seperti karawitan atau gambang kromong. Tidak hanya pada lagu, budaya lain seperti tari-tarian dan bahasa pun mulai luntur.

2. Tontonan dan adegan dalam film yang kurang bahkan tidak pantas membawa efek buruk bagi bangsa Indonesia. Sebagian besar adegan tersebut ditiru oleh artis-artis dalam negeri dan masyarakat menganggap nya sebagai gaya hidup, semacam pusat gaya yang perlu ditiru terutama oleh anak muda. Padahal itu membuat turunnya nilai moralitas bangsa.

3. Dikenalnya kebudayaan Indonesia akibat ramainya perdagangan dan pariwisata yang ada di Indonesia.

4. Timbulnya beraneka ragam kebudayaan dan adat akibat pengaruh luar. Contohnya wayang di Jawa yang terinspirasi dari cerita dari India dan hukum adat di Aceh yang terpengaruh oleh hukum Islam.

Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia sebagai Negara Maritim terhadap Transportasi Masyarakat

Wilayah Indonesia yang luas, berupa kepulauan, dan disatukan oleh laut sangat mempengaruhi kondisi transpor tasi yang ada. Jalur strategis yang bisa digunakan untuk menghubungkan antara pulau satu dengan pulau yang lain adalah jalur laut dan jalur udara.

Pengaruh-Geografis-Indonesia-sebagai-Negara-Maritim-terhadap-transportasi-Masyarakat

Adapun jenis atau moda transpor tasi yang efektif digunakan adalah kapal laut dan pesawat terbang. Adapun jalur darat ada moda transpor tasi kereta api, bus, dan mobil yang digunakan untuk menghubungkan daerah satu dengan daerah lain dalam satu pulau.

Penggunaan pesawat sebagai moda transportasi penghubung antarpulau harus didukung dengan sarana pendukung. Sarana pendukung untuk pesawat adalah tersedianya bandar udara atau bandara serta lapangan udara.

Untuk pulau- pulau besar dan kota-kota besar dibangunlah bandara yang mampu menampung pesawat-pesawat besar. Sedangkan di pulau-pulau kecil dibangunlah lapangan udara yang hanya mampu menampung pesawat-pesawat kecil atau pesawat-pesawat perintis.

Begitu pula dengan penggunaan kapal sebagai moda transpor tasi peng hubung antarpulau, harus didukung dengan ketersediaan pelabuhan yang memadai. Ketersediaan pelabuhan yang memadai dan jumlah kapal yang banyak bisa meningkatkan mobilitas masyarakat antarpulau.

Karena penggunaan moda transpor tasi kapal dirasa masih lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan pesawat, sehingga masyarakat lebih banyak memilih untuk menggunakan kapal untuk bepergian antarpulau.

Jika penyediaan dan penggunaan moda transportasi antarpulau memadai akan sangat membantu kehidupan masyarakat.

Mengingat luas wilayah Indonesia yang sangat luas dan berupa kepulauan, sehingga mempengaruhi pemerataan program pembangunan dan hasil-hasilnya. Sehingga kemajuan tidak hanya berpusat pada daerah-daerah ter tentu saja.

Ada daerah yang sangat maju, namun ada daerah yang masih sangat tertinggal. Harga barang kebutuhan di satu pulau berbeda dengan harga kebutuhan di pulau lain.

Hal tersebut merupakan contoh kecil dampak negatif kondisi geografis bangsa Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan.

Adapun dampak positif letak geografis Indonesia, khusunya bagi perkembangan alat transpor tasi, adalah terpacunya bangsa Indonesia untuk membangun dan mengembangkan industri pesawat dan perkapalan.

Demikian Artikel yang Berjudul Kondisi Geografis Indonesia dan Pengarunya Sebagai Negara Maritim

Terima kasih ya sudah membaca artikel ini, semoga informasi letak Geografis Indonesia dan Pengarunya Sebagai Negara Maritim dapat memberikan manfaat bagi para pembaca di manapun berada.

Artikel yang sedang kamu baca ini berjudul Kondisi Geografis Indonesia dan Pengarunya Sebagai Negara Maritim dengan alamat link https://www.sanjayaops.com/2019/05/kondisi-geografis-indonesia.html.

0 Response to "Kondisi Geografis Indonesia dan Pengarunya Sebagai Negara Maritim"

Posting Komentar