Kunci Jawaban Buku Siswa Tema 9 Kelas 5 Halaman 174, 175, 176, 177, 181


Kunci Jawaban Buku Siswa Tema 9 Kelas 5 Halaman 174, 175, 176, 177, 181 - Kunci jawaban Tema 9 merupakan alternatif isian dari soal-soal yang terdapat pada buku paket tematik siswa Kelas 5 Benda-Benda di Sekitar Kita Subtema 3 Manusia dan Benda di Lingkungannya Pembelajaran 6 tepatnya terdapat pada halaman 174, 175, 176, 177, 181.

Selain membahas tentang jawaban soal-soal, terdapat juga rangkuman materi Tema 9 Kelas 5 SD/MI Kurikulum 2013 (K13) yang terdapat pada Pembelajaran 6 Subtema 3.

Kunci jawaban tematik Tema 9 Kelas 5 pada Subtema 3 Pembelajaran 6 terdiri dari 3 muatan pelajaran yaitu SBDP, PPKn dan Bahasa Indonesia.

Dengan adanya pembahasan kunci jawaban soal yang terdapat pada buku siswa seperti ini diharapkan dapat membantu peserta didik khususnya siswa Kelas 5 SD/MI dalam melatih keterampilan menjawab soal Tema 9 yang nantinya berguna pada saat penilaian harian (PH), penialain tengah semester (PAS), penilaian akhir tahun (PAT), maupun pada saat mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR).

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Subtema 3 Pembelajaran 6

Kunci Jawaban Buku Paket Kelas 5 Tema 9 Halaman 174, 175, 176, 177, 181
Dayu, Siti, Lani, dan Beni sedang asyik mengerjakan tugas sekolah di rumah Edo. Mereka mencari artikel di internet dengan menggunakan komputer milik ayah Edo.

Sesekali ayah Edo memberikan bimbingan dan arahan dalam menggunakan internet. Tak sengaja mereka melihat ada iklan yang terpampang di halaman depan sebuah situs pendidikan.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 174

Ayo Mengamati

Ketika Edo, Lani, Siti, Dayu, dan Beni sedang asyik mencari artikel, tiba-tiba muncul sebuah iklan.

Iklan tersebut muncul saat mereka membuka sebuah situs untuk mencari artikel yang menjadi tugas sekolah mereka. Iklan apa yang muncul?

Amatilah iklan yang muncul saat Edo membuka sebuah situs.

kunci jawaban tema 9 kelas 5 halaman 174

Tuliskan isi iklan di atas pada kolom berikut.

Iklan tersebut dibuat oleh BPJS Kesehatan yang mengingatkan masyarakat untuk membayar iuran JKN-KIS tepat waktu, maksimal tanggal 10 setiap bulan.

Tahukah kamu bahwa iklan elektronik dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis berdasarkan isinya?

Berdasarkan isinya, jenis-jenis iklan elektronik dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sebagai berikut:

1. Iklan komersial

Iklan komersial adalah iklan yang menginformasikan produk barang atau jasa yang ditawarkan oleh pemasar.

2. Iklan perusahaan

Iklan perusahaan adalah iklan yang menekankan pada citra perusahaan. Iklan perusahaan umumnya dirancang dengan tujuan tertentu yang menguntungkan perusahaan di masa datang. Tujuan utama iklan perusahaan adalah meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat.

3. Iklan layanan masyarakat

Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bertujuan untuk memberikan penjelasan atau informasi kepada masyarakat. Iklan layanan masyarakat ini biasanya dibuat oleh instansi pemerintah.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 175

Ayo Berlatih

Untuk lebih memahami tentang isi iklan di media elektronik, cobalah kamu mengamati salah satu iklan di media elektronik (televisi/radio/internet). Setelah itu buatlah kesimpulan isi dari iklan yang kamu amati secara visual (menggunakan gambar).

Buatlah gambar dan kesimpulan isi iklan pada kotak berikut.

kunci jawaban tema 9 kelas 5 halaman 175

Kesimpulan : Iklan di atas merupakan iklan internet jenis banner. Iklan internet jenis banner yaitu iklan pada papan iklan mini yang tersebar pada sebuah halaman web. Isi iklan internet tersebut adalah menawarkan produk makanan. Produk makanan yang ditawarkan adalah mi instan dengan merk yumi Mie. Mi instan ini dapat dinikmati saat sibuk ataupun santai, baik sendiri maupun bersama teman-teman. yumi Mie merupakan makanan cepat saji yang enak jika dinikmati saat masih hangat. Suasana pun akan semakin hangat dengan ditemani yumi Mie.

Saat Edo, Beni, Siti, Lani, dan Dayu sedang mengerjakan tugas, terjadi perbedaan pendapat antara Lani dan Beni dengan Siti, Edo, dan Dayu. Perbedaan pendapat yang terjadi sulit untuk disatukan, sehingga timbul perdebatan yang sengit.

Ayah Edo yang duduk tidak jauh dari mereka memberi nasihat bahwa dalam berdiskusi pasti ada perbedaan pendapat, namun tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Kerukunan harus tetap terjaga baik dengan teman di sekolah, keluarga, bahkan dengan masyarakat.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 176

Ayo Berdiskusi

Bagaimana akibatnya jika tidak terjadi kerukunan hidup? Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu dapat bergabung dengan temanmu membentuk kelompok terdiri atas tiga anak.

Diskusikanlah dengan anggota kelompokmu tentang akibat-akibat yang timbul jika hidup tidak rukun. Buatlah kesimpulan hasil diskusi kelompokmu pada kolom berikut dan presentasikan di depan kelas.

Akibat-akibat yang akan timbul disebabkan tidak hudip rukun antara lain adalah mudah terjadi pertengkaran, kehidupan menjadi tidak tenteram, mudah terkena hasutan orang lain, terjadi perpecahan karena tidak adanya rasa persatuan dan kesatuan.

Tahukah kamu bahwa kerukunan adalah suatu perilaku yang mencerminkan adanya saling pengertian agar tercipta perdamaian, persahabatan, dan persaudaraan?

Ciri-ciri hidup rukun sebagai berikut.
  1. Menghargai pendapat orang lain.
  2. Menghargai hasil karya orang lain.
  3. Membina hubungan baik.
  4. Saling menghormati.
  5. Saling menyayangi.

Manfaat atau pentingnya hidup rukun di antaranya sebagai berikut.
  1. Tidak adanya pertengkaran.
  2. Hidup dalam keluarga menjadi harmonis.
  3. Hidup menjadi aman.
  4. Hidup menjadi tenteram dan damai.
  5. Memperkukuh persatuan dan kesatuan.

Akibat hidup tidak rukun, antara lain sebagai berikut.
  1. Mudah terjadi pertengkaran.
  2. Kehidupan menjadi tidak tenteram.
  3. Mudah terkena hasutan orang lain.
  4. Terjadi perpecahan karena tidak adanya rasa persatuan dan kesatuan.

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 177

Ayo Berlatih

Agar pengetahuan kamu tentang hidup rukun lebih mendalam, cobalah mengerjakan latihan berikut ini.

1. Apakah yang dimaksud dengan kerukunan hidup?

Kerukunan hidup adalah suatu perilaku yang mencerminkan adanya saling pengertian agar tercipta perdamaian, persahabatan, dan persaudaraan dalam kehidupan.

2. Bagaimana ciri-ciri keluarga yang hidup rukun?

Berikut ciri-ciri keluarga yang hidup rukun :
  • Membina hubungan baik antaranggota keluarga.
  • Saling menghormati.
  • Saling menghargai.
  • Saling menyayangi.

3. Sebutkan manfaat hidup rukun?

Berikut Manfaat hidup rukun :
  • Tidak adanya pertengkaran.
  • Hidup dalam keluarga menjadi harmonis.
  • Hidup menjadi aman.
  • Hidup menjadi tenteram dan damai.
  • Memperkokoh persatuan dan kesatuan.

4. Sebutkan akibat yang terjadi jika tidak tercipta kerukunan hidup bermasyarakat?

Berikut akibat yang terjadi bila tidak terjadi kerukunan hidup bermasyarakat :
  • Mudah terjadi pertengkaran atau perselisihan.
  • Kehidupan menjadi tidak tenteram.
  • Mudah terkena hasutan orang lain.
  • Terjadi perpecahan karena tidak adanya rasa persatuan dan kesatuan.

Edo, Siti, Lani, Dayu, dan Beni memperhatikan ayah Edo yang sedang memberi nasihat. Pada intinya kerukunan harus tetap dijaga meski terdapat banyak perbedaan, baik itu perbedaan suku, agama, ras, dan budaya.

Ketika disinggung masalah budaya, Edo teringat tentang tugas sekolah, yaitu membuat kain batik jumputan. Batik merupakan salah satu karya seni tekstil Indonesia.

Ayo Membaca

Mengenal Batik Indonesia

Batik di tanah air dibedakan menjadi dua, yaitu batik klasik (batik Surakarta dan Yogyakarta) dan batik pesisir. Motif batik klasik dianggap masih asli atau belum terpengaruh budaya asing. Lain dengan batik pesisir yang telah banyak terpengaruh budaya asing.

Keunikan batik klasik, yaitu motifnya lebih condong pada motif-motif geometris, pewarnaan yang kalem serta lebih condong pada warna-warna gelap seperti cokelat, hitam, biru tua, dan merah marun. Keunikan yang lain, yaitu adanya makna simbolis yang terkandung dalam motif hias batik klasik.

Makna simbolis itu kebanyakan berupa doa atau harapan yang baik-baik terhadap pemakainya. Sebagai contoh, motif grompol pada batik Yogyakarta. Motif ini digunakan oleh mempelai pengantin saat upacara pernikahan.

Motif grompol berarti berkumpul atau bersatu. Adapun kandungan makna motif ini, yaitu doa/ harapan agar rejeki, keselamatan, kesejahteraan, dan segala yang baik- baik berkumpul untuk mempelai berdua. Motif dengan kandungan makna serupa, terdapat pada motif sidomukti dari Surakarta.

Motif ini juga dikenakan mempelai pada upacara pernikahan. Sido berarti jadi atau terus-menerus, dan mukti berarti hidup berkecukupan. Jadi, kandungan makna motif sidomukti ialah harapan atau doa agar pengantin dapat hidup berkecukupan.

Teknik pembuatan batik klasik tergolong unik. Batik klasik dibuat dengan canting tulis dan bahan perintang yang disebut malam atau lilin batik. Pada proses membatik dengan canting tulis, sebelum memulai perintangan, pola atau motif digambar terlebih dahulu di atas kain.

Kemudian, motif ditutup malam. Proses pemalaman dimulai dari motif paling luar yang biasanya besar. Kemudian, dilanjutkan pemalaman pada isen-isen (motif-motif kecil) yang Iebih rumit. Secara umum, proses pemalaman batik terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut.
  • Nglowongi, yaitu proses pemalamam garis bidang pola terluar.
  • Nembok, merupakan proses pemalaman untuk menutup bidang pola agar tidak tercelup warna saat dilakukan pencelupan.
  • Mbironi, pada dasarnya sama dengan nembok, tapi proses ini hanya dilakukan jika warna biru pada kain direncanakan tetap berwarna biru.
  • Nonyok, merupakan pemalaman pada bidang latar. Setelah melalui proses pemalaman, proses selanjutnya, yaitu pewarnaan atau pencelupan dan nglorot atau pengilangan malam, yang biasanya dengan cara mencelupkan ke dalam air panas/mendidih.

Batik pesisir bisa dikatakan bertolak belakang dengan batik klasik. Motif batik pesisir cenderung bersifat naturalis, menggunakan warna-warna cerah seperti merah, biru, hijau, dan jingga.

Motif batik pesisir mengabaikan makna simbolis, dan Iebih menekankan segi keindahan motif. Selain itu, banyak ditemukan pengaruh budaya Eropa dan Cina pada motif pesisir.

Sebagai contoh, motif putri salju dan motif cinderela pada batik PekaIongan, dan motif mega mendung pada batik Cirebon. Di daerah Jambi dan Cirebon terdapat batik dengan motif kaligrafi arab.

Di Jambi, motif ini disebut motif basurek yang berarti bersurat, disebut demikian karena isinya merupakan penggalan surat dalam Al-Quran.

Kamu sudah membaca bacaan mengenai batik di Indonesia.Kamu juga telah mengetahui tentang bagaimana membuat batik jumputan (ikat celup). Batik jumputan merupakan kain batik yang dikerjakan dengan teknik sangat sederhana.

Coba kamu bandingan dengan batik cap dan batik tulis. Jenis kain batik tersebut dibuat dengan teknik yang lebih rumit, yaitu menggunakan lilin sebagai bahan penutup dan proses pelorotan setelah pencelupan dalam bahan pewarna.

Ayo Berkreasi

Sekarang, saatnya kamu berkreasi membuat batik dengan teknik perintangan sederhana. Perhatikan langkah-langkahnya, kemudian tirukan. Berhati-hatilah saat berkarya, apalagi saat menggunakan api dan air mendidih. Perhatikan keselamatanmu.

1. Menyiapkan alat dan bahan

2. Membuat pola gambar pada kain

3. Menutup bagian gambar dengan lilin

4. Menyiapkan larutan untuk merendam kain

5. Mencelupkan dan menghilangkan lilin

6. Hasil jadi

Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 181

Ayo Berdiskusi

Persiapkan pameran hasil karya bersama teman-teman satu kelas setelah ujian kenaikan kelas. Apa saja persiapan yang akan kalian lakukan.

Coba, diskusikan bersama teman satu kelas. Kemudian, tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.

kunci jawaban tema 9 kelas 5 halaman 181

Demikian Artikel yang berjudul Kunci Jawaban Buku Siswa Tema 9 Kelas 5 Halaman 174, 175, 176, 177, 181

Terima kasih ya sudah membaca artikel ini, semoga pembahasan soal-soal latihan yang ada pada buku siswa Kelas 5 Tema 9 Kurikulum 2013 (K13) dapat memberikan manfaat bagi pembaca di manapun berada.

Artikel yang sedang anda baca ini berjudul Kunci Jawaban Buku Siswa Tema 9 Kelas 5 Halaman 174, 175, 176, 177, 181 dengan alamat link https://www.sanjayaops.com/2020/02/kunci-jawaban-tema-9-kelas-5-halaman-174.html.